Tips Kecantikan / 09 Jul 2026
Halo, Implovers! Pernah gak, waktu lagi milih sunscreen, kamu bingung sama deretan angka dan simbol di kemasannya? SPF 50, PA++++, UVA, UVB semuanya tertulis, tapi artinya apa?
Tenang, kamu gak sendirian kok. Banyak orang yang masih belum paham bedanya SPF dan PA, padahal dua hal ini adalah kunci dalam memilih sunscreen lokal terbaik yang benar-benar cocok untuk kebutuhan kulitmu. Yuk, kita bahas satu per satu!
Yuk Kenalan Dulu Sama Sinar Matahari
Sinar matahari sebenarnya gak sepenuhnya jahat, kok. Paparan yang cukup justru membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Tapi kalau sudah berlebihan? Itu yang perlu diwaspadai ya.
Sinar matahari menghasilkan dua jenis radiasi ultraviolet yang berdampak langsung pada kulit:
Paparan berlebihan dari keduanya dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Makanya, sunscreen bukan sekadar pilihan tapi sudah jadi kebutuhan harian, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.
Apa Itu SPF?
SPF atau Sun Protection Factor adalah ukuran seberapa kuat tabir surya melindungi kulitmu dari sinar UVB. Angka yang tertera di kemasan menunjukkan dua hal sekaligus: seberapa lama dan seberapa banyak sinar UVB yang bisa diblokir.
Ini perbandingan kasarnya:
SPF 40 | 97,5% |
Jadi, semakin tinggi angka SPF, semakin besar perlindungannya. Meski selisihnya gak terlalu jauh di angka-angka tinggi, untuk aktivitas harian di Indonesia SPF 30–50 sudah cukup memadai.
Lalu, Apa Itu PA?
Kalau SPF mengurus sinar UVB, maka PA (Protection Grade of UVA) bertugas melindungi kulitmu dari sinar UVA — si penyebab penuaan dini dan hiperpigmentasi.
Bedanya dengan SPF, PA tidak diukur dengan angka, melainkan dengan tanda plus (+):
Semakin banyak tanda plus-nya, semakin kuat perlindungan terhadap UVA. Untuk penggunaan harian di cuaca terik Indonesia, PA+++ hingga PA++++ sangat direkomendasikan.
SPF dan PA Keduanya Wajib Ada
Nah, ini yang sering salah kaprah, banyak yang fokus hanya pada angka SPF tanpa memperhatikan PA. Padahal, keduanya bekerja secara berbeda dan saling melengkapi.
SPF tanpa PA berarti kulitmu terlindungi dari sunburn, tapi tetap rentan terhadap penuaan dini. Sebaliknya, PA tanpa SPF yang cukup membuat kulit masih bisa terbakar. Jadi, keduanya sama-sama dibutuhkan untuk perlindungan yang benar-benar menyeluruh.
Tips Pakai Sunscreen yang Benar
Supaya perlindungannya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diingat:
Gimana Cara Pilih Sunscreen yang Tepat?
Selain memperhatikan angka SPF dan jumlah tanda PA, ada hal lain yang gak kalah penting, terutama untuk kita yang hidup di negara tropis yaitu tekstur dan kenyamanan.
Sunscreen yang berat, bikin lengket, atau meninggalkan efek putih (white cast) biasanya malas dipakai ulang. Akibatnya, perlindungan kulit jadi gak konsisten.
Idealnya, cari sunscreen dengan tekstur ringan, no white cast, tidak bikin kusam, dan tidak lengket supaya nyaman dipakai dari pagi sampai sore tanpa gangguan.
Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah Implora Perfect Shield Bright Boost Sunscreen SPF 50 PA++++. Sunscreen lokal ini hadir dengan tekstur watery yang ringan dan cepat menyerap, tanpa rasa lengket setelahnya. Diformulasikan dengan Niacinamide untuk membantu mencerahkan kulit, Centella Asiatica untuk efek soothing, dan Ectoin untuk menjaga kelembapan sepanjang hari.
Yang lebih menarik, sunscreen ini juga memberikan perlindungan dari blue light dan bebas dari efek putih yang cocok untuk semua warna kulit, termasuk kulit sawo matang. Formulanya pun non-acnegenic dan non-comedogenic, jadi aman untuk kulit yang rentan jerawat.
Jadi, sekarang sudah tahu kan, Implovers, bedanya SPF dan PA? Keduanya punya peran masing-masing dan sama-sama penting untuk perlindungan kulit yang optimal. Pilih sunscreen yang tidak hanya punya angka perlindungan tinggi, tapi juga nyaman dipakai setiap hari karena sunscreen terbaik adalah yang benar-benar kamu pakai secara konsisten!