Tips Kecantikan / 10 Agu 2026
Implovers, siapa nih yang masih bingung pas milih warna foundation, baju, atau pewarna rambut karena gak yakin sama warna kulit sendiri? Banyak yang penasaran soal apa itu skintone dan undertone, dan ternyata dua istilah ini sering banget tertukar padahal maknanya berbeda.
Singkatnya, skin tone mencakup warna utama kulit yang terlihat langsung, seperti terang atau gelap. Sementara undertone menunjukkan warna di bawah permukaan kulit, yang sifatnya warm, cool, atau netral. Nah, biar Implovers gak salah lagi, yuk kita bahas tuntas apa bedanya skintone dan undertone di artikel ini.
Dalam dunia kecantikan, rona kulit manusia sebenarnya terbagi jadi dua elemen penting: skin tone dan undertone. Skin tone adalah warna permukaan kulit yang terlihat langsung oleh mata, seperti putih gading, kuning langsat, sawo matang, atau gelap. Warna ini bisa berubah-ubah akibat paparan sinar matahari, hiperpigmentasi, atau kondisi kulit tertentu.
Sebaliknya, undertone adalah warna alami yang berada tepat di bawah permukaan kulit. Rona ini ditentukan oleh genetik, persentase jenis melanin, dan sirkulasi darah, sehingga sifatnya permanen gak akan berubah meskipun kulitmu jadi lebih gelap atau lebih cerah karena sengatan matahari.
Jadi, kalau ada yang bertanya apa perbedaan skintone dan undertone, jawabannya simpel: skin tone itu yang terlihat di permukaan dan bisa berubah, sementara undertone itu rona dasar yang tetap sama seumur hidup.
Secara umum, undertone kulit manusia diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama:
Menariknya, warm undertone gak ada hubungannya dengan seberapa terang atau gelap warna kulit permukaan. Implovers dengan kulit putih pucat bisa saja punya warm undertone, sementara yang berkulit gelap juga bisa punya rona emas yang kuat di bawah kulitnya.
Warna kulit yang kita miliki sangat bergantung pada produksi melanin yang dihasilkan sel melanosit di lapisan kulit. Ada dua jenis melanin utama, yaitu eumelanin yang memberi warna cokelat hingga hitam sekaligus membantu menyerap sinar UV, dan pheomelanin yang menghasilkan warna kuning, kemerahan, atau jingga. Implovers dengan proporsi pheomelanin lebih tinggi biasanya punya undertone warm atau warna rambut yang lebih terang.
Selain melanin, tampilan undertone juga dipengaruhi seberapa dekat pembuluh darah kapiler dengan permukaan kulit. Pada cool undertone, pembuluh darah biru lebih jelas terlihat karena sedikit eumelanin, sehingga muncul ilusi rona kebiruan. Sementara pada warm undertone, pigmen kuning atau emas bertindak seperti "filter" optik yang membuat pembuluh darah vena biru terlihat lebih kehijauan.
Satu hal yang perlu diingat, meski melanin memberi sedikit perlindungan alami dari sinar UV, ini gak cukup untuk menggantikan sunscreen. Jadi apa pun undertone dan skin tone yang Implovers miliki, tabir surya tetap wajib jadi bagian dari rutinitas harian.
Implovers bisa coba beberapa tes sederhana ini di rumah, idealnya di bawah cahaya matahari langsung supaya hasilnya lebih akurat.
Cek warna pembuluh darah (urat nadi) Lihat bagian dalam pergelangan tangan di bawah cahaya matahari. Kalau urat nadi terlihat hijau atau hijau kekuningan, itu tanda kuat kamu punya warm undertone. Sebaliknya, kalau cenderung biru atau ungu, kemungkinan besar cool undertone.
Tes perhiasan emas dan perak Dekatkan perhiasan emas dan perak ke wajah secara bergantian. Kalau emas bikin kulit tampak lebih bersinar dan sehat, itu tandanya warm undertone. Kalau perak yang lebih cocok, berarti cool undertone.
Perhatikan reaksi kulit terhadap sinar matahari Kalau kulitmu gampang mencokelat tanpa mudah terbakar, itu mengindikasikan rona warm. Sebaliknya, kalau kulit langsung memerah dan sunburn, biasanya itu tanda cool undertone.
Tes kertas putih atau kaus putih polos Bandingkan warna kulit wajah dengan kertas atau kaus putih bersih. Kalau kulitmu terlihat kekuningan atau keemasan, kamu masuk kategori warm undertone. Kalau justru terlihat kemerahan, berarti cool undertone.
Kalau hasil dari berbagai tes di atas masih terasa campur aduk, kemungkinan besar Implovers punya undertone netral dan itu artinya kamu justru punya lebih banyak fleksibilitas dalam memilih warna.
Setelah tahu jenis undertone masing-masing, langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam memilih warna pakaian dan makeup.
Buat Implovers dengan warm undertone, warna-warna earth tone seperti kuning mustard, oranye, merah bata, cokelat karamel, dan hijau zaitun akan sangat menyatu dengan rona kulit. Sebaiknya hindari warna dingin yang tajam seperti biru elektrik atau ungu amethyst, karena bisa bikin wajah terlihat pucat atau keabu-abuan.
Untuk urusan complexion, carilah produk dengan deskripsi warna golden, honey, warm, beige, atau caramel. Sementara untuk lipstik dan blush on, warna peach, coral, merah bata, dan cokelat hangat akan menyatu sempurna dengan warm undertone.
Sebaliknya, kalau Implovers punya cool undertone, warna-warna seperti pink, biru, ungu, dan silver akan lebih menonjolkan kecantikan alami kulit. Sedangkan pemilik neutral undertone punya keuntungan tersendiri karena hampir semua warna, baik hangat maupun dingin, bisa dipadukan dengan nyaman.
Meski undertone gak bisa berubah, kesehatan permukaan kulit alias skin tone tetap perlu dirawat. Masalah seperti hiperpigmentasi, flek hitam, atau kulit kusam bisa menutupi rona asli kulit dan membuatnya tampak gak segar.
Beberapa langkah yang bisa Implovers lakukan untuk menjaga skin tone tetap sehat antara lain rutin menggunakan sunscreen broad spectrum setiap hari untuk mencegah kerusakan akibat sinar UV, serta melakukan eksfoliasi ringan secara berkala agar sel kulit mati tidak menumpuk dan membuat kulit tampak kusam.
Setelah paham perbedaan dan cara ceknya, langkah terakhir adalah memilih produk makeup yang benar-benar menyatu dengan warna kulit, supaya hasilnya terlihat natural dan gak seperti topeng.
Kalau Implovers mencari foundation dengan hasil akhir matte yang tetap nyaman dipakai seharian, Implora Even Better Liquid Foundation bisa jadi pilihan yang layak dicoba. Formulanya ringan dan buildable, sehingga bisa di-layer sesuai kebutuhan untuk menyamarkan noda wajah. Kandungan Pearl Extract, Caviar, Collagen, dan Aloe Vera di dalamnya juga membantu menjaga kelembapan kulit, jadi hasil akhirnya tetap terlihat natural sepanjang hari.
Sementara itu, kalau Implovers lebih suka hasil dewy dan glowing, terutama untuk kulit kering, kombinasi, atau normal, Implora Healthy Glow Cushion juga bisa jadi opsi yang praktis untuk pemakaian sehari-hari. Cushion ini memberikan coverage ringan hingga medium yang merata, dengan kandungan Hyaluronic Acid yang membantu menjaga kelembapan sekaligus memberikan efek bercahaya pada kulit.
Sekarang udah jelas ya bedanya skin tone dan undertone Implovers, yang satu bisa berubah, yang satu lagi rona dasar yang permanen. Dengan memahami keduanya, kamu bisa lebih percaya diri memilih warna pakaian dan makeup yang benar-benar menonjolkan kecantikan alami kulitmu. Selamat eksplorasi Implovers!